Tampilkan postingan dengan label coretan tanganku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coretan tanganku. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 April 2013

Serial Rainy - Strawberryku

Hallo semua! ini kelanjutan dari serial rainy yang selanjutnya :D silahkan membaca!


Strawberryku
          Rain seperti biasa, memandangi indahnya butiran hujan. Entah mengapa dia selalu terkagum-kagum. “Hey Ra, kenapa bengong mulu sih? Mikirin aku ya?” suara Brian membuat Rain sedikit terjingkat. “Ah kau ini Bri pede banget. Kan aku suka hujan, mereka itu indah Bri.” Namun Brian tak sependapat dengannya, Brian selalu benci hujan. Karena hujan dia harus terkurung dalam suatu suasana, Brian benci bila rencananya batal dan apalagi itu karena hujan. Mereka berbeda, Rain sangat menyukai hujan, sedangkan Brian sangat membencinya.
          Bel pulang berdering nyaring. Rain langsung mengambil barangnya yang berada di meja. “Kamu pulang sekarang?” Alex muncul begitu saja tanpa ada tanda-tanda. “Iya, kenapa Lex? Kamu nggak pulang?” jawab Rain sambil membereskan tasnya. Alex malah mengacak-ngacak rambut Rain, itu salah satu hal yang tidak disukai Rain. Mereka bercanda hingga terbahak-bahak, Brian melihat mereka dari kejauhan. Ada sorot kecemburuan di situ. Namun Brian tak pernah mengungkapkannya, ia memilih untuk tidak masuk ke dalam kelas terlebih dahulu.
          “Bri, aku pulang duluan ya. Aku udah dijemput, maaf nggak bisa liat kamu latihan futsal.” Muka Rain yang begitu manis membuat Brian tidak bisa berkata tidak walaupun dia sedikit kecewa. “Iya, nggak apa-apa kok sayang, hati-hati ya.” Jawab Brian sambil mengusap kepala Rain. Mereka sudah berjalan sekitar 1 bulan lebih. Masih manis, dan belum ada pertengkaran yang berarti. Dunia terasa milik mereka berdua. Begitu indah, begitu nyaman, dan damai. Jauh dari kata perpecahan.
          Alex menghadang Rain di depan pintu, Brian lebih memilih tidak melihat mereka. Karena ia tahu, ia tidak ada bandingannya dengan Alex. Alex lebih mengenal Rain daripada dirinya, Alex selalu tahu ini itu tentang Rain, sedangkan dia? Tidak ada dari setengahnya.
          Alex menawarkan diri untuk mengantar Rain ke depan gerbang sekolah, Rain hanya tersenyum. Alex langsung menarik tangan Rain ke dalam genggamannya. Seolah Rain hanya miliknya, bukan milik Brian. Dan Rain tidak bisa menolaknya, karena ia tahu, mengacuhkan Alex sama saja memulai pertengkaran. “Aku pulang dulu ya Lex.” Seraya memasuki mobil. Alex melambaikan tangannya dan kembali ke dalam sekolah.
          Rain terlalu lelah dengan kegiatan hari ini, ia ingin tidur walaupun hanya sebentar. Dia tahu dia tidak boleh terlalu lelah, karena itu akan berpengaruh buruk pada kerja jantungnya. Dia meraih iPod hitam kesayangannya, ia pasang headset ke kepalanya. Alunan lagu milik Paramore memenuhi kepalanya. Hingga akhirnya ia tertidur.
Think of me when you're out when you're out there
I'll beg you nice from my knees
When the world treats you way too fairly
It's a shame I'm a dream
          Sore ini dihabiskan Rain untuk mengerjakan tugas sekolah. Kring. Kring. Ponselnya berdering, seulas senyum langsung mengembang di raut wajahnya. “Iya Bri? Kenapa?” dia tahu betul siapa yang menelponnya. “Nggak apa-apa Ra, aku kangen aja sama kamu hehehe.” Rain terkekeh. “Ah kamu ini, gombal aja tiap hari. Udah ngerjain tugas Pak Fikri? Besok dikumpulin lo ya, jangan lupa.” Ini yang disukai Brian, omelan Rain yang selalu membicarakan tentang tugas sekolah.  Karena Brian sering tidak mengerjakan tugas karena lupa dan ditambah lagi malas. Selang beberapa menit mereka berbicara melalui ponsel. Percakapan itu harus diakhiri karena Rain sudah mengantuk. Brian pun juga ikut-ikutan mengantuk padahal sama sekali tidak.
          Hari-hari selanjutnya mereka baik-baik saja. Semuanya berjalan dengan indah. Belum ada luka di antara mereka. Masih seperti di dalam surga. Keduanya masih bahagia, saling menjaga dan mencintai. Hingga suatu hari Rain merasakan ada suatu kejanggalan dengan sikap Brian yang berubah, tidak seperti biasanya.
          Brian berubah menjadi orang yang tidak dikenali Rain lagi. Dia dingin, cuek, dan jarang menghubungi Rain. Rain selalu bertanya kepadanya, namun jawabannya tetap sama. Katanya tidak ada apa-apa, padahal jelas ada apa-apa! Setiap sore Rain menangis dihadapan Alex. Alex sungguh sedih karena melihat sahabat yang tercinta sedang sakit hati. “Aku kan pernah bilang Ra, kamu pasti sakit hati lagi. Ya kan?” Alex menepuk-nepuk bahu sahabatnya itu. “Tapi Lex, aku sayang sama dia. Apa sih yang bikin dia kayak gitu? Aku salah apa Lex?” tangisan Rain semakin menjadi. Alex mencoba menghiburnya dengan mengajak Rain membeli coklat dan es krim.
Namun itu semua tetap saja gagal. Rain lebih memilih untuk tetap menangis. Alex langsung memasangkan headset ke telinga Rain. Dikeraskan volume iPodnya. Lagu “Silent Scream” milik IKMH memenuhi kepala Rain. Rain diam lalu menatap Alex, balasannya Alex hanya tersenyum dan mengusap rambut Rain dengan lembut, bagaikan mereka saling memahami tanpa perlu berucap.
Don’t you cry don’t you scream
I will always on your side
          Rain memandangi Brian dari jauh, sedari tadi tidak ada hal lain yang dilakukannya. Rain tidak ingin berbicara dengan Brian, namun dia sangat merindukannya. Terlalu sesak menahan rindu seperti ini. Brian sudah sangat jarang menghubungi Rain. Tetapi mereka belum berakhir, sama sekali belum. “Entah mana yang lebih sakit, ditinggalin kamu atau kamu gantungin Bri.” Ucap Rain dalam hati. Rain melewati hari-harinya dengan kepalsuan. Ia selalu tersenyum di depan semua orang, padahal hatinya jelas tak ingin tersenyum sedikitpun.
          Kepala Rain terlalu berat, ia menyandarkan kepalanya di sofa kamarnya. Ia sungguh tidak tahu harus bagaimana lagi. Akhirnya ia mengambil ponselnya dan mengetik pesan untuk Brian. “Bri, kamu kenapa sih jadi kayak gini? Jujur aja aku nggak apa-apa. Aku pasti rubah itu semua kok. Asal kamu jangan kayak gini sama aku. Aku nggak tahan Bri.” Rain mendesah pelan. Dia menunggu balasan Brian dengan sabar. Kringg. Segera ponselnya ia raih, ia baca, “Aku cemburu kamu deket sama Alex. Iya sih sahabat, tapi juga nggak kayak gitu dong. Aku ini cowokmu Ra!” seketika badan Rain kembali lemas.
          Memangnya salah bersahabat dengan lelaki? Memangnya salah dekat dengan sahabat? Memangnya salah bercanda dengan orang yang dari dulu mengenal kita? AH! Rain melempar ponselnya ke ujung tempat tidur. Haruskah ia menjauhi Alex agar Brian berubah? Haruskah ia berpura-pura tak kenal Alex untuk membuat Brian kembali seperti dulu? Haruskah mengorbankan sahabat? Entahlah. Rain sangat pusing. Ia ingin tidur. Ia ingin menceritakan semuanya kepada Alex. Tapi bukankah hal itu akan mengundang kemarahannya saja? Ah sudahlah biarkan saja dulu seperti ini. “Don’t Want An Ending” milik Sam Tsui memenuhi sudut ruangan kamarnya. Yang ia butuhkan sekarang hanyalah bermimpi, bermimpi bahwa ini semua bukanlah sebuah kenyataan.
I don't wanna fall out
But we're all out of time
(Is this over?)
(Don't want an ending)
          “Ra, kamu kenapa? Kamu nangis ya? Matamu bengkak banget ya Tuhan Ra! Kamu kenapa? Cerita sini sama aku.” Pagi ini Rain sudah ditodong begitu banyak pertanyaan Alex. “Maaf Lex, lagi nggak pengen cerita. Maaf ya.” Benar, Rain saat ini sedang tidak ingin berbicara dengan siapapun. “Iya deh, tapi inget ya. Aku itu strawberrymu. Kamu bisa panggil aku kapan aja kamu mau. Waktu kamu badmood atau lagi bahagia, rasa asam strawberrymu ini selalu menemani. Aku bakal ada buat kamu, kapanpun Ra.”

Jumat, 12 April 2013

Serial Rainy - Apakah Itu Cinta

Hai semua! Aku lagi ngebet bikin cerpen nih :D haha
ini serial, selamat menikmati ;)


Apakah Itu Cinta
          Berantakan semuanya! Rain mengutuk dirinya sendiri, menangis ditengah derasnya air hujan. Hatinya hancur, bahkan lebih kecil daripada kepingan kaca. Dia tidak tahu harus berkeluh kesah terhadap siapa lagi. Dia terlalu lemah, tak tau arah seperti anak ayam yang ditinggal induknya. Bingung, bimbang, sedih, semuanya bercampur menjadi satu. Tempat terakhirnya bercerita, ya di sini, hujan. Dia mencintai hujan melebihi cintanya terhadap kesehatan tubuhnya sendiri. Dia selalu bahagia bila hujan datang. Menurutnya, hujanlah satu-satunya teman sejati baginya. Tak ada yang lain, ya tak akan ada lagi yang lain. “Aku bodoh! Hatiku milik siapa sebenarnya!” teriaknya dalam desiran angin yang bertubrukan dengan derasnya air hujan.
          Percuma saja, walaupun dia berteriak hingga suara indahnya habis, tetap saja hujan tidak akan menjawab. Mereka hanya menjadi saksi bisu kehidupan Rain selama ini. Tentang keluarganya, kesehatannya, bahkan tentang kisah cintanya. Dia akan tenang bila ada hujan, dia akan bahagia bila ada hujan, dan kemarahannya akan padam bila ada hujan.
          Keluarga Rain sudah tidak utuh semenjak dia berusia 2 tahun. Ayahnya memilih pergi menuju negara asalnya, dan ia lebih memilih hidup dengan Ibunya walaupun dalam kesengsaraan sekalipun. Tak pernah terlintas di hatinya untuk meninggalkan Ibunya. Karena hanya beliau satu-satunya malaikat pelindungnya di dunia ini. Namun semua itu berubah ketika dia beranjak dewasa. Dia mulai mengenal arti sahabat. Alexia Tom, itulah nama sahabat yang dimilikinya sejak menginjak bangku sekolah menengah pertama.
          Ada berbagai alasan yang membuat mereka bisa menjadi sahabat, salah satunya, mereka selalu sama dalam kebanyakan hal. Tentang keluarga, tentang sifat, bahkan kesehatan. Mungkin inikah yang disebut takdir Tuhan? Siapa yang tahu. Mereka melewati hari-hari bersama dengan tentram dan damai. Alex adalah orang kedua yang berharga bagi Rain setelah Ibunya. Alex sangat mengerti tentang dirinya, seluruhnya. Hal itu membuat Rain dengan bangga memberi Alex penghargaan, yaitu berupa malaikat pelindungnya yang kedua.
          “Kamu mau kemana Rain?” suara Alex terdengar dibalik koridor kelas. Kini mereka sudah beranjak dewasa, sudah menginjak bangku putih abu-abu. “Mau ke kantin, kenapa? Mau nitip? Ogah ya.” Jawab Rain dengan menjulurkan lidahnya. “Awas kamu!” Alex berlari menuju kearahnya, dengan sepenuh tenaga Rain memacu kakinya agar terus berlari agar tidak tertangkap Alex, karena dia tahu dia akan mati di tangan Alex. Karena Alex sangat tahu kelemahan Rain.
          Semuanya berjalan dengan indah, Rain tetap berada di sisi Alex. Begitu juga sebaliknya. Mereka saling menjaga satu sama lain, di samping itu Alex sudah memiliki janji dengan seseorang bahwa akan tetap menjaga Rain dalam keadaan apapun. Dan janji itu akan tetap ada diantara mereka berdua, hanya mereka, tidak ada yang akan tahu selain mereka.
          Hingga akhirnya Rain mulai mengenal cinta, walaupun bukan cinta yang sebenarnya. Setiap hari Rain menceritakan sesosok pria yang disukainya yang kebetulan teman sekelas mereka. Namanya Brian Smith, dia baik, sederhana, dan sangat lihai dalam melantunkan nada-nada menggunakan gitar. “Aku beneran jatuh hati deh Lex, dia cakep banget ya Tuhannnnn. Apalagi kalau main gitar, duh melting beneran ya Tuhan.” Rain tak henti-hentinya memuji Brian. Kepalan tangan Alex meluncur dengan keras ke atas kepala Rain. “Kau ini gak lagi sakit kan? Brian mulu ah! Emang dia apa suka sama kamu? Ntar kalau kamu sakit hati gimana coba? Nangis gimana coba? Kamu mau aku nanggung semuanya? Ogah!” mulut Alex seolah tak bisa berhenti. Sedangkan Rain hanya tertawa terbahak-bahak mendengar omelan sahabatnya itu. Dia tahu benar bahwa Alex tidak akan membiarkan sakit hati lagi. Tapi, hatinya berkata lain. Ada sesuatu yang berbeda dengan Brian.
          Semakin hari rasa suka Rain terhadap Brian semakin bertambah. Boby yang mengetahui itu langsung mengambil tindakan. Dia berniat akan menyomblangkan Rain dengan Brian. “Rain sini deh, bentar aja.” Panggil Boby dari ujung kelas. “Kenapa Bob?”, “Ini nih Brian mau kenalan sama kamu.” Sedangkan Brian bertingkah seolah tidak apa-apa. Mungkin salah tingkah. Atau bahkan Rain yang salah tingkah. “Halah kamu ini Bob. Ada-ada aja!” Rain segera melangkah pergi sebelum mereka menyadari bahwa hal itu membuat Rain bahagia.
          Akhirnya rencana Boby berjalan dengan mulus. Dalam hitungan hari Brian menyatakan cintanya pada Rain. Dan begitulah semuanya dimulai. Kisah cinta Rain dan Brian yang begitu unik. Rain meraih iPod hitam miliknya. “Baby” milik Justin Bieber memenuhi telinganya kali ini.
You know you love me, I know you care
Just shout whenever, and I'll be there
You want my love, you want my heart
And we will never ever ever be apart

         

Senin, 08 April 2013

Words are Words

Halloh semua :D
kangen nggak sama aku? pasti nggak ya :D
itu tadi aku udah posting beberapa tugas sekolahku, semoga bisa membantu ya :p
abis ini sesi curhat loh^^
stay tune :))

Minggu, 13 Januari 2013

COMEBACK :)))))

Hey everyone! Now I come back :) how's your life? Didn't you miss me? ;;) waitsssss, I know your answer. Absolutely no :D LOL
kini aku kembali dengan tampilan baru. gue kini gemar Kpop :D hihi. keren loh
mau tau? pastinya tau dong xD
kenal Suju, SNSD, SHINee, KARA, T-Ara, Beast, dsb dong ya?
kalau EXO? pasti masih dikit
iya lah pasti. orang mereka masih 9 bulan abis debut :D tapi keren-keren lo sumpah deh! di post selanjutnya aku bahas tentang EXO kok kalau penasaran sih :D mhuehehe
sekian basa basi saya. last say saranghaeyooooooo :*

follow : @Adindaddict
 

Kamis, 05 April 2012

Hang Out bareng temen temen :D

Hari Kamis, 5 April 2012. Hari terakhir try out kabupaten, cukup memusingkan itu try out :| haha biarin lah . apa pedulinya gue . Ada kisah seru dibalik hari itu :D Lo mau tau ? gue bakal cerita deh , curhat bentar kok :D
Setelah TO nya selesai , gue liat jam dinding di kelas, ternyata masih jam 9 lebih beberapa menit. Gue males pulang ke rumah, ngga ada kerjaan -_- mending di sekolah dulu. Eh ternyata temen gue , sebut aja "Jun" , dia ngajakin hang out . temen gue satunya si "Chiend" langsung nyamber kayak grobak , kita ya setuju setuju aja , soalnya pada males buat pulang ke rumah. gue ama si Jun punya ide buat ke tempat biasa kita kalo pas hang out bareng, tapi ....
J : Hey kita ke *sensored* aja yuk ..
A : Ayooo ! kita udah lama ngga kesana ! #semangat banget
J : Hey hey bentarrr !
A : Apaan ?
J : Gue bawa uang apa ngga #cabikcabiktas
A : Masak lo ngga bawa uang ?
J : Dompet gue di tas satunya , ini cuman ada 6000
A : Ngookkk ! Lo mau makan apaan coba . Eh bentar gue juga bawa uang apa ngga
J : #nugguinguesetiabanget
A : Hadoh , dompet gue ketinggalan -_- ini malah cuman ada 5000
C : (senyum sambil nunjukin uangnya yg warna merah)
A : Woy Jun , liat tuh . Kita di traktir nih :p
C : Eh kagak , ini uang gue buat beli kado -_-
J : Kita kembaliin deh , janji !
C : Beneran ya ? Janji ? Tapi beneran loh ?
J : Iye , jangan bawel -_-
A : Iya , gue kembaliin hari sabtu dah
C : Hey ayoo , tapi aku ambil handphone di kos dulu yah , ntar sekalian di jemput
A : Oh okee , kita nunggu disini aja yaa
C : Gue titip *sensored* dulu yaaa 
J : Maksud dia apaaaan -_- #nengokkegue
C : Titip bentar , dia ngga boleh pulang dulu :D
A : Iyeee , sono cepetan ambil handphonemu
J : Trus ? Nasib kita ?
A : Yaudah kita jadi penjaga gerbang -_-
J : Lo sono , gue sini
A : Oke dah

Dan akhirnya kita jadi ke tempat itu , udah selesai makan , kenyang , seperti biasa waktunya pulangggggg , tapi cuman buat Chiend . Gue sama Jun ngelanjutin hang out ke Tweety . Disitu gue sama Jun cuman muter muter ngga jelas -_- ada barang bagus sih cuman mau beli pake apaan ! yaudah akhirnya kita keluar dari situ trus ke department store yang lumayan deket . Karena gue ngga pernah kesitu , akhirnya gue ajakin si Jun buat mampir liat liat doang :D Disitu cuman muter muter jugak , mau beli pake daun apa :D haha . Karena dari tadi diliatin mulu ama mbak mbaknya yaudah deh si Jun bilang ..

J : Kita liat liat dulu abis itu kesini lagi sama mama kita
A : Ah lo bilang aja buat nutupin malu #bisikbisik
J : Biar keliatan gimana gitu hahaha

Udah lumayan lama muter muter akhirnya kita putusin buat pulang . Yaudah kita pulang , ke rumah masing masing :D Hahaha , udah lama gue ngga hang out sama temen temen . Tiap hari mantengin soal mulu , C A P E K :| But just take it easy ;)


Follow twitter : @adindutputeri

Kamis, 01 Maret 2012

I'm back :D

Hay semuaaaaaaaaaa :D
gue kembali lagi nih ! kangen gak ama gue , gak ada deh yg kangen gue -__- hiahaha bego
yang pasti gue bakal posting sesuatu bungut wkwk :D
ah whatever! yang penting gue kembali :D treteeekkdungces

Sabtu, 19 Maret 2011

Wahai Sahabatku ...




Hari ini begitu panas , matahari bersinar lebih benderang dari biasanya . Seperti biasa Jessica menunggu seseorang yang selalu setia menjemputnya dan mengantarkannya pulang dengan selamat . Siang ini , dia masih punya teman untuk menunggu , namanya Echa . Sampai sore hari , belum juga datang menjemput Jessica , namun sekolah Jessica mulai sepi . Rambutnya yang terhembus semilir angin sore menjadikan Jessica sangat cantik . Hingga datang sesosok cewek yang setia dengan Jessica . Dia bernama Flow , sore ini dia agak telat , “Flow , lama banget sih kamu ? capek tau nunggu dari tadi .” Flow menjawab dengan nada yang sedikit merasa bersalah, “Sorry Jes, ada masalah di rumahku tadi . Please maafin aku Jess.” Flow mulai memasang wajah kusutnya itu . Dan Jessica hanya tersenyum , memang sosok Flow sangat sayang terhadap Jessica , tak mau membuat hati Jessica bersedih .  
Jessia Putri , itulah nama yang diberikan orang tuanya kepada anaknya yang sangat cantik dan bisa dibilang pandai dalam beberapa hal . Namun tak disangka , cewek selembut dia harus menanggung tiga penyakit sekaligus yang sangat amat bahaya bagi dirinya . Pertama , dia pengidap lemah jantung , lalu angina dan penyakit paru-paru yang dia derita semenjak kecil . Dan dengan keadaannya yang seperti itu , bukan berarti banyak yang perduli dengan keadaan Jessica . Malah bisa dibilang sering menyakiti . Meski begitu Jessica hanya membalasnya dengan senyuman manisnya dan tak pernah menghiraukan . Banyak orang tidak tahu seberapa besar luka yang dia pendam dari dulu . Untung saja , dia punya banyak teman , karena juga sosok Jessica ini orang yang frendly and easy-going abis . Yang sangat dekat dengan Jessica atau bisa dibilang sahabat terdapat tiga ekor , yaitu Shizie , Karine dan Shynta . Tak bisa lagi dijelaskan lagi betapa dekat dan keakraban diantara mereka . Dari rentetan kisah yang mereka jalani bersama . Nampaknya kini mereka semakin hari bertambah besar dan dewasa .
Sampai suatu hari Jessica menemukan sebuah love insting pada cowok . Dan tak lama mereka kenal , mereka telah sah menjadi “pacar” . Selama itu Jessica tak hanya tersenyum , kadang dia terjatuh namun semua berkat seorang sahabat yang mebuat dia berdiri kembali dan sampai saat itu , Jessica dan Dika mengalami masalah super duper sangat hebat tak kalah dengan kekuatan seorang avatar dari film kartun televisi . Sampai mereka memilih putus dengan tragisnya . Jessica merasa terpukul , karena dia memperkirakan seorang Dika telah mencintai mahkluk lain dan akhirnya Jessica hanya bisa terpuruk dalam hari-harinya . Hilang semua tawa candanya , hilang semua senyum indahnya setiap pagi . Para sahabatnya hanya melihat mata yang sembab , Jessica yang berubah menjadi pendiam dan tak banyak mau tahu itu membuat para sahabatnya gelisah . “Jes , apa lo baik-baik aja ?” Jessica hanya diam menunduk tanpa suara , dan mendung sore ini seperti menggambarkan bagaimana suasana hati Jessica . Semuanya tak bisa bicara , entah mengapa . Namun perlahan Jessica membuka mulutnya “Guys , thanks you always beside me . I hope you always beside me , now , after and ever . Gue baru nyadar ternyata pacaran itu cuman bikin hidup tambah kacau balau, lebih baik punya sahabat seperti kalian , bisa ngertiin gue apa adanya .” tanpa sadar semuanya meneteskan air mata .
Malam yang kelam bagi Jessica , dia hanya meringkuk dalam sepi tanpa seorangpun yang mau tau bagaimana perasaannya sekarang ini . Semilir angin malam semakin membuat Jessica merasakan betapa sepinya malam ini , sekarang dia hanya ditemani lagu rock but slow yang artinya sangat mendalam dan mampu menyihir Jessica agar meneteskan air mata dari mata indahnya itu . Catherina Violeta , itu nama kakaknya yang selalu ada dalam keadaan apapun . Satu-satunya orang yang mengerti semua dan apapun yang dialami oleh Jessica . Namun malam ini Violeta ada acara bersama teman-temannya . Sedangkan kedua orangtua mereka sedang di Paris bekerja . Kasih sayang yang diterima Jessica tak sebesar kasih sayang yang pernah diberikan pada kakaknya , Violeta . Namun semua rasanya hal yang biasa bagi Jessica . Jam sudah menunjukkan jam sebelas malam , pertanda malam memang semakin gelap . Namun laptop Jessica masih menyala disudut tempat tidurnya dan tepat didepannya Jessica menuliskan sebuah diary , diary yang selalu ia tulis saat apapun juga . Tiba-tiba ponselnya berdering , dan segera dia raih . Ternyata Dika menelpon semalam ini , untuk apa juga ? . “Halo . Jess , lo lom tidur kan ?” tanya Dika dari balik telepon . “Iye , emang kenapa ? ada urusan apa lo nelfon gue semalem ini ?” tanya Jessica balik , “Gue Cuma mau mastiin kalo lo baik-baik aja , lo marah ma gue soal itu ?” . Tuttt . tuuttt . tuutttt ... Dengan reflek Jessica membinasakan ponselnya dan dia buang jauh-jauh dari pandangannya . “Go away now !” Jessica tampaknya sungguh emosi . Dan tak lama setelah itu ia terlelap dalam tangisnya .
“Jess , bangun . Udah siang ! Ga mau telat kan ?” bentak Violeta yang membuat Jessica tersentak kaget . “Iya kak . Nyantai aja napa ?” jawab Jessica santai . “Sono , cepet mandi lu . Buruan nanti gue telat ke kampus !” Violeta menyuruh . “Udah kakak berangkat dulu sana ! Aku masih ngantuk kak .” , “terus lu ke sekolah naek apa adikku sayang ?” . “Gampang , aku nanti bakal telfon Flow buat jemput aku , sekalian nebeng . Hehehehe .” Violeta menjawab “Oke lah kalo mau lu gitu . Cepetan mandi dulu sono !” , “Sip bos !!” Jessica menjawab dengan muka cengar-cengir . Setelah pertikaiannya dengan Violeta , Jessica langsung sigap . “Flow , jemput gue ya ? Please , gue udah ditinggal sama Violeta .” Flow menjawab , “All right , tunggu aja depan rumah lo . Gue tancap gas dah .” Jessica lega karena Flow ternyata mau menjemputnya . Dalam sekejap mereka sampai di sekolah tercinta mereka .
 Hari ini , Jessica sudah mampu menghapus segala tangis dan luka , dan menjadi Jessica yang dulu . Senyumnya selalu merekah setiap hari . Shizie nerocos , “Alhamdulillah , Thanks God , you answered my pray . Now Jessica return .” semuanya terbahak . Karine ikut-ikutan ,”Jess , gue suka lo yang sekarang , lebih tegar dari dulu .” semuanya tersenyum . Hari ini mereka berempat menghabiskan waktu bersama sehari penuh . Entah itu makan bareng , shopping , jalan bareng . Dan mereka sangat hobi kalo disuruh sama yang namanya shopping ! Mereka bisa bertahan berjam-jam demi mencari sebuah atau beberapa barang yang mereka incar .
Hari mulai sore , tak sadar sudah dari pagi mereka berjalan bersama . Dan kini saatnya go home ! “Guys , maafin salah gue ya . Dari yang gak sengaja atau iya .” celetuk Jessica saat menunggu jemputan . Shynta yang biasanya pendiam , kini ia ikut angkat suara . “Lu ngomong apaan sih Jess ? Kaya lu mau nginggalin kita semua .” Karine nerocos langsung tanpa rambu , “Huss . Lo ngomong apaan Jess ? Kita tu sayang ma lo , kita selalu berusaha ngertiin lo . Betul gak guys ?” , “Iya-iya guys . Sorry deh . Tapi please forgive me for everything .” Jessica menjawab . Mereka kini saling membisu , entah kenapa mereka sama-sama berdiam diri seperti patung . Tak lama setelah itu , mobil Jessica menjemputnya .
Pagi ini semua orang pada nangis . Karine yang barusan dateng ke kelas , jadi bingung . Lalu dia tanya ke teman yang lain . Namun tak ada yang merespon sama sekali . Akhirnya Shynta menjawab dengan suara serak yang diselanya ada tangis , “Jessica ..” . Karine mulai bingung , “Jessica kenapa Shyn ? Dia kenapa ?” , “Jessica udah gak ada.” Jawab Shizie . Karine menyerna satu persatu kata yang Shizie ucapkan tadi . Namun iya tak percaya . “Jangan bercanda lo , ga lucu tau ! Maksudnya Jessica gak masuk sekolah kan ?” , “Gak Rien , dia udah gak ada ! Jessica meninggal !” kalimat itu Shynta ucapkan dengan tangisan yang hebat . “Guys , ga lucu tau . Please jujur aja , dimana dia sekarang ?”Karine tetap mengelak hal itu . “Iya bener , Jessica gak ada pagi tadi .” Dika ikut bicara . Demmm .. hati Karine terasa dihantam oleh palu sebesar Jupiter . Lalu iya menangis histeris . Semua mencoba menahan Karine . Semua terlarut dalam sedih . Jessica , sesosok cewek yang paling Karine sayang . Dia terlalu cantik , terlalu baik bila harus dikorbankan demi sebuah penyakit , penyakit yang tak mengerti betapa berharganya Jessica bagi orang disekitarnya . Jessica sesosok sahabat bagi Shizie , Flow , Shynta , Karine , dan juga yang lain , yang mereka anggap sebagai peri kecil yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka . Namun Tuhan telah mengambilnya kini . Mengambilnya dari sahabat yang ia cintai , meninggalkan semua kenangan , meninggalkan semua kisah dengan sahabatnya , dan tak akan ada lagi yang seperti dia . Tak akan pernah terganti . Jessica Putri , namamu tak kan pernah kami hapus dari hati kami . Selamanya kan abadi . Persahabatan kita akan selalu kami kenang sepanjang hidup . Kau begitu berharga , dan terlalu indah untuk meninggal dalam keadaan tragis . Semoga doa kami selalu bersamamu , semoga kau bahagia di alam sana .







Karine , telah selesai menulis semua . Semua kenangannya bersama sahabatnya yang kini telah tiada . We love you Jessica , you always in our heart , FOREVER